Konferensi Internasional Sustainable Infrastructure and Built Environment (SIBE) 2017

  Konferensi internasional SIBE merupakan agenda empat tahunan yang diselenggarakan oleh FTSL-ITB bekerjasama dengan Hokkaido University of Japan dan National University of Taiwan. Konferensi internasional SIBE yang pertama dilaksanakan pada November 2009 dengan tema “Infrastruktur Berkelanjutan dan Lingkungan Terbangun di Negara-Negara Berkembang”. Kemudian pada November 2013, konferensi internasional yang kedua yaitu SIBE 2013 dilaksanakan dengan mengusung tema “Percepatan Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan, Tantangan, Kesempatan dan Arah Kebijakan”.

Dan tahun ini, konferensi internasional yang ketiga yaitu SIBE 2017 membahas dan mengevaluasi infrastruktur di masa lalu dan sekarang seperti inovasi teknologi yang digunakan, kebijakan, serta arah baru dalam pengembangan infrastruktur, pecegahan pen emaran dan teknologi ramah lingkungan yang dapat disesuaikan dengan negara-negara berkembang. Konferensi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kerjasama dan jaringan antara peneliti dan praktisi yang terlibat dalam menangani infrastruktur dan isu-isu lingkungan yang sedang dibangun.

SIBE 2017 menjalin kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian PPN/Bappenas. Selain itu, SIBE 2017 didukung baik dari industri, organisasi, lembaga penelitian, dan badan-badan pemerintah yang terkait dengan pengembangan infrastruktur berkelanjutan dan pembangunan lingkungan. Dengan dukungan tersebut, konferensi ini diharapkan mampu secara signifikan berkontribusi dalam penyediaan infrastruktur, memfasilitasi kegiatan ekonomi, dan untuk menawarkan kualitas hidup yang lebih baik untuk masyarakat.

Konferensi ini secara garis besar terbagi menjadi 3 sesi, yaitu Plenary Session, Parallel Session dan Cultural Dinner.

Plenary session diselenggarakan pada 26 – 27 September 2017 di Aula Barat Institut Teknologi Bandung dengan pembicara sebagai berikut.

  1. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Republik Indonesia.
  2. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Republik Indonesia.
  3. Shang-Hsien Hsieh, National Taiwan University, Taipei, Taiwan.
  4. Takashi Matsumoto, Hokkaido University, Hokkaido, Japan.
  5. Dr. Ryo Kohsaka, Tohoku University, Tohoku, Japan.

Sementara itu, pada Parallel Session yang diselenggarakan pada 26 – 27 September 2017 di Gedung CIBE Institut Teknologi Bandung diikuti oleh 137 pemakalah dari 12 negara, dan ditampilkan dalam delapan sub bidang pembahasan. Bidang-bidang tersebut antara lain Structure and Materials, Transportation System and Engineering, Water Resources Engineering & Management, Water & Waste Engineering and Management, Ocean & Maritime Engineering, Construction Management, Geotechnical Engineering, dan Environmental Protection and Management. 

Pada sesi Cultural Dinner yang diselenggarakan pada Selasa, 26 September 2017 malam, dihadiri Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia.

Berita Terkait