Nindya Aristia Pratiwi, Wisudawan Terbaik Sarjana Teknik Kelautan ITB

Bandung, itb.ac.id – Setiap mahasiswa pasti pernah bermimpi untuk menjadi mahasiswa berprestasi. Orangtua pun pasti akan sangat bahagia dan bangga jika anaknya lulus dengan predikat mahasiswa terbaik. Apalagi jika semua itu didapatkan dari salah satu perguruan tinggi terkemuka di tanah air. Mimpi itu menjadi kenyataan dalam hidup Nindya Aristia Pratiwi, wisudawan sarjana Teknik Kelautan 2014.

Selalu semangat dan tak kenal putus asa, membuat Nindya berhasil memperoleh gelar Mahasiswa Berprestasi 2017 dengan raihan IPK 3.97. Selain itu, ia juga salah satu Dean’s List Teknik Kelautan selama empat semester.

Awalnya, Nindya yang sangat menyenangi Hidrodinamika ini tidak berpikir untuk masuk ke jurusannya sekarang. Ia awalnya ingin masuk ke jurusan Arsitektur, namun ia merasa kemampuannya dalam menggambar tidak mumpuni untuk itu. “Pada akhirnya saya menentukan Teknik Kelautan setelah berdiskusi dengan banyak orang bahkan sampai ikut tes minat bakat,” tutur Nindya.

Merasa cinta dengan keilmuannya sekarang, ia juga menjadi sangat kompetitif dalam perjuangannya menggali ilmu. “Saya adalah orang yang sangat kompetitif, saya selalu merasa bahwa di saat orang lain bisa maka saya juga pasti bisa melakukan yang sama baiknya,” tegas dia.

Wanita yang memfavoritkan Krisnaldi Idris ini sempat juga mengalami kewalahan di semester akhir. “Saya memang cukup sibuk di akhir semester jurusan, karena harus membagi waktu antara tugas akhir dan dua tugas besar,” ceritanya.

Untuk menjaga kondisi prima dalam belajar dengan kondisi sibuk seperti itu, ia selalu mengusahakan tidur. “Saya sangat menghindari sistem kebut semalam, makanya saya selalu berusaha serius mendengarkan dan mencatat dalam setiap kelas yang diikuti,” tutur Nindya.

Selain prestasi dalam bidang akademik, ia juga bukanlah sosok yang lupa pada sekitarnya. Nindya adalah sekretaris di himpunan KMKL(Keluarga Mahasiswa Kelautan).  Baginya aktif di himpunan jurusan adalah tempat yang tepat untuk belajar bertanggung jawab. Ia sendiri merasa bahwa himpunan dan akademiknya adalah hal yang tidak bisa diperingkatkan prioritasnya. “Keduanya sama pentingnya,” tegas Nindya. Ini menjadikan Nindya harus lebih bijak dalam membagi waktu dan membuat rencana yang matang.

Kedepannya, Nindya memiliki visi untuk bisa membantu Indonesia dengan menjadi profesional dalam bidang energi dan sumber daya mineral ataupun engineering. Ia juga berharap bisa pergi ke daerah-daerah untuk berkontribusi sebagai tenaga pengajar tambahan.

Reporter : Ferio Brahmana

Berita Terkait