Pengenalan Program Studi Tahap I TPB FTSL 2017-2018

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan kembali mengadakan acara pengenalan program studi di untuk mahasiswa TPB angkatan 2017/2018. Pertemuan ini merupakan pertemuan awal bagi 413 mahasiswa TPB FTSL. Dalam pertemuan ini setiap Ketua Program Studi akan menjelaskan tentang Program Studi Sarjana di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan.

Acara diawali dengan sambutan dari Dekan FTSL Prof. Ade Sjafruddin, Ph.D, dalam sambutannya beliau mengungkapkan rasa bangganya kepada semua mahasiswa TPB 2017/2018 yang sudah diterima di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Tak lupa beliau juga mengingatkan kepada seluruh mahasiswa bahwa ini adalah awal bagi semua mahasiswa, karena nantinya mereka akan dijuruskan ke prodi-prodi yang ada di FTSL,mereka diingatkan untuk selalu fokus dan sungguh-sungguh dalam proses belajar di baik itu di tahap persiapan bersama atau TPB dan nanti tahap sarjana di masing-masing program studi.

Untuk memotivasi para mahasiswa TPB FTSL, pada acara tersebut juga diumumkan Dean’s List FTSL atau penghargaan dari Dekan FTSL untuk para mahasiswa di setiap Program Studi Sarjana yang memiliki nilai rata-rata (NR) semester terbaik pada semester 2 tahun 2016/2017. Dan berikut daftar mahasiswa yanag mendapat Dean’s List FTSL.

Teknik Sipil

No NIM Nama
1 15014009 Amri Rifki Fauzi
2 15014040 Rifda Muthia
3 15014128 Albert Pranata
4 15014154 Nur Fadiyah
5 15015068 Samuel Dwima Halim
6 15015086 Doni Wardoyo Sembiring
7 15015116 Gelasius Galvindy
8 15014131 Juan Liongnardo
9 15015060 Shandy Rianto
10 15014018 Jeska Janetha Ramadella
11 15014123 Nathania Miranda Hulu

Teknik Lingkungan

No NIM Nama
1 15315006 Nurashila Dhiyani
2 15315050 Nabil Fadel
3 15315085 Michael Soritua Hasibuan
4 15315029 Asri Hadiyanti Giastuti
5 15315058 Made Ari Indra Rahayu
6 15314075 Jehan Ar’rahman Dwirizkyta
7 15314009 Astrid Monica
8 15314055 Betty Ramadhani K.
9 15315042 Satria Nugraha Nurmansyah
10 15314004 Inat Shani Fathuna
11 15314054 Dara Lextiany Putri

Teknik Kelautan

No NIM Nama
1 15514002 Febby Nur Feliyanti
2 15514013 Nindya Aristia Pratiwi
3 15514030 Geraldy Prajaya
4 15514066 Willy Apriyanto
5 15515008 Gde Pandu Brata Putra W.
6 15515023 Alya Anindita Rizaldi Putri
7 15515024 Dwi Safitri Noerbaeti
8 15515052 Muh Fadel Hidayat Marzuki
9 15514057 Larasita
10 15514077 Zahra Rani Bilqis

Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air

No NIM Nama
1 15715019 Happy Tesyana Widodo
2 15715003 Saffanah Gumilangsari
3 15715020 Mariah Bening
4 15715032 Rasya Budi Asmara
5 15714001 Anggita Larasati
6 15715008 Asalia Widjaja
7 15714017 Jane Oibanitehenia Gulo
8 15715021 Annindita Rizky Pradina S.
9 15714018 Wika Maulany Fatimah
10 15715029 Adelya Nurul Fitri

Rekayasa Infrastruktur Lingkungan

No NIM Nama
1 15815024 Leon Vin
2 15815001 Sakti Irianto Tandibua Batong
3 15815040 Tities Bagus Sadewo
4 15814008 Rafida Multazima Withono
5 15814034 Suci Anggraeni
6 15815022 Faisal Ilyas Denansyah
7 15814005 Popi Nendia Lestari
8 15814004 Ridwan
9 15814012 Ega Erlangga
10 15814013 Inggit Nur Sholeha
11 15815006 Kania Losiana

Sebelum memulai penjelasan dari para Kaprodi, diawali dengan penjelasan mengenai Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Ir. Irsan Soemantri Brodjonegoro, Ph. D. Selain menjelaskan secara umum tentang FTSL, ada beberapa hal yang ditegaskan  oleh beliau terutama mengenai aturan akademik.

Diawali oleh Joko Nugroho, Ph.D ketua Program Studi Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (TPSDA), yang menjelaskan tentang latar belakang dibentuknya Program Studi Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air, yaitu Suatu program studi Sarjana bidang SDA perlu dibentuk untuk mencetak SDM yang dapat menjawab permasalahan di bidang SDA. Program studi yang berada di jatinangor ini merupakan program studi yang terbilang baru di Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Beliau menjelaskan mengenai apa saja yang dipelajari mahasiswa TPSDA, fasilitas yang dimiliki serta prospek profesi sarjana TPSDA.

Selesai Program Studi TPSDA dilanjutkan dengan Prodi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan, Ketua Program Studi RIL Rofiq Iqbal, Ph.D. menjelaskan perbedaan mendasar anatara Program Studi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan dan Program Studi Teknik Lingkungan yang lebih dulu. Program Sarjana Teknik Lingkungan (Environmental Engineering Program) lebih mengkonsentrasikan kurikulumnya untuk mencetak Sarjana Teknik dengan kompetensi lulusan pengelolaan dan pengendalian pencemaran lingkungan, dengan target pasar utama adalah industry. Sedangkan Program Sarjana Rekayasa Infrastruktur Lingkungan (Environmental Infrastructure Engineering, secara global dikenal dengan Sanitary Engineering) lebih mengkonsentrasikan kurikulumnya untuk mencetak Sarjana Teknik dengan kompetensi lulusan bidang perancangan bangunan dan akses untuk air minum, air limbah, persampahan, dan sanitasi domestik dengan target pasar utama adalah public utility.

Kemudian dilanjutkan oleh Ketua Program Studi Teknik Kelautan Dr. Ir. Andojo Wurjanto, beliau menekankan bahwa Indonesia merupakan Negara kelautan namun program studi teknik kelautan di Indonesia masih sangat sedikit, untuk itu peluang lulusannya masih sangat terbuka lebar. Selain itu beliau juga menjelaskan tentang visi ke depan dari teknik kelautan FTSL-ITB, yaitu 5 kompetensi teknik pantai, teknik lepas pantai, perkapalan, akustik bawah laut, dan energi laut. Namun untuk saat ini teknik kelautan FTSL-ITB baru ada 2 kompetensi yaitu teknik pantai dan teknik lepas pantai .

Giliran Dr. Benno Rahardyan, dari Program Studi Teknik Lingkungan yang menjelaskan tentang prodi teknik lingkungan. Program studi teknik lingkungan yang awalnya merupakan program Teknik Penyehatan di bentuk tahun 1962, dan merupakan program studi teknik lingkungan tertua di Indonesia. Sejak tahun 2008 kurikulum teknik lingkungan berubah berdasarkan ABET, dan tahun 2013 mendapatkan akreditasi dari ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology).

Dan terakhir penjelasan program studi Teknik Sipil oleh Ir. Muhamad Abduh, Ph.D., program studi yang paling tua di ITB ini saat ini didukung 76 staf pengajar yang siap membimbing mahasiswanya menjadi Rekayasawan Kompeten di masa mendatang, yang terdiri 16 Guru Besar, 22 Lektor Kepala, 16 Lektor dan 22 Asisten Ahli. Program studi Teknik Sipil memiliki Program Terpadu Sarjana Magister yaitu program sarjana dan program magister yang linier dan harus dilaksanakan secara berkesinambungan dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang berkemampuan tinggi mengembangkan dirinya secara optimal. Jadi masa studi S1 dan S2 yang lebih singkat (5 tahun).

Berita Terkait