Enter your keyword

Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi.

Kontak

Labtek 1B Lt. 1 ITB Kampus Jatinangor
Telp.         : +62 22 2502647
Fax           : +62 22
Website       :  www.pias.itb.ac.id

Body of Knowledge

Pendidikan magister bertumpu pada pendidikan sarjana dan mengacu pada pembinaan kemampuan dalam pengembangan atau penerapan ilmu atau keahlian Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi. Misi dari Prodi ini adalah melaksanakan program pendidikan, pada tingkat pascasarjana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesejahteraan bangsa terutama dalam bidang Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi. Para lulusan diharapkan handal menangani masalah sanitasi dan penyediaan air bersih secara profesional dan dapat memadukannya dengan penugasan manajemen lingkungan yang baik

Kompetensi Magister Teknik Lingkungan berorientasi pemanfaatan dan pendayagunaan adalah sebagai berikut:

  1. Mampu mengembangkan tinjauan analitik dan metode penelitian terhadap kebijakan dan aplikasi bidang profesi Teknik Lingkungan.
  2. Mampu menganalisis dan menginterpretasikan data hasil penelitian.
  3. Mampu merancang dan mengembangkan sistem infrastruktur yang kompleks dengan memasukkan bidang Teknik Lingkungan sebagai kajian khusus.
  4. Mampu bekerjasama multidisiplin dengan etis dan profesional dalam membangun kerangka makro pengelolaan infrastruktur.

Sehingga, Body of Knowledge (BoK) dari Program Magister Berorientasi Terapan Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi adalah sebagai berikut:

  1. Teknologi dalam bidang infrastruktur air bersih dan sanitasi yang menitik beratkan pada aspek lokalitas, khususnya kemampuan memecahkan masalah lokal, terutama di Indonesia, dan juga dapat diperluas untuk memecahkan permasalahan di negara berkembang
  2. Penggunaan air bersih dan pembuangan akhir sampah dan jalur penularan penyakit yang mungkin dapat ditimbulkan, khususnya di Indonesia dan di negara berkembang lain.
  3. Pengelolaan air bersih dan sanitasi secara umum, memahami permasalahan dan kelemahan perencanaan infrastruktur di negara berkembang, memahami berbagai faktor non-teknis terkait perencanaan dan implementasi sistem air bersih dan sanitasi di negara berkembang dan memahami keterkaitan multidisiplin untuk memecahkan masalah yang ada.
  4. Implementasikan prinsip operasional teknologi tepat guna terkait air bersih dan sanitasi, mampu mengevaluasinya secara detail dengan mempertimbangkan berbagai kriteria terkait, dan mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mendukung kelancaran pembangunan dan kesinambungan pengoperasiannya.
Tantangan yang Dihadapi

Tantangan ke depan bidang keilmuan Teknik Lingkungan termasuk di dalamnya adalah Program Studi Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi dengan mengacu kepada berbagai sumber dan literatur serta diskusi dengan berbagai stakeholders, terutama advisory board Teknik Lingkungan ITB, meliputi hal-hal berikut ini:

  1. Perbaikan dan peningkatan sistem air bersih dan sanitasi lingkungan
  2. UN Millenium Development Goal (target MDG pada 2015)
  3. Kebutuhan tenaga profesional bidang infrastruktur lingkungan secara global

Kurikulum Acuan yang dipergunakan sebagai rujukan dan benchmarking adalah kurikulum yang dikembangkan berdasarkan hasil kerjasama informal dengan IHE-Delf, Belanda. Kurikulum program sejenis yang dikembangkan oleh MIT juga menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kurikulum PIAS ini. Selain itu, kurikulum yang disusun mempertimbangkan berbagai input dari berbagai instansi pemerintah maupun swasta, misalnya: PDAM, Departemen Pekerjaan Umum, Pemda, konsultan, NGO, dan lain-lain yang diperoleh melalui pertemuan lokakarya, seminar, baik dalam skala nasional dan internasional dan pelatihan dalam bidang Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi.
Lembaga akreditasi yang yang diikuti oleh Program Studi Teknik Lingkungan secara nasional adalah yang diselenggarakan secara independen oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) Indonesia. Sedangkan secara internasional, badan akreditasi yang dijadikan referensi dan acuan adalah Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) yang berpusat di Amerika Serikat. Organanisasi profesi yang akan diikuti secara nasional adalah Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia (IATPI) dan secara internasional yang dijadikan acuan adalah American Association of Environmental Engineer (AAEE).

  1. Ketetapan Senat Akademik Institut Teknologi Bandung Nomor 10/SK/I1-SA/2012, tentang Harkat Pendidikan Institut Teknologi Bandung
  2. SK Rektor ITB Nomor 284/SK/I1-A/PP/2012 tentang Pedoman penyusunan kurikulum 2008-2013 Institut Teknologi Bandung
  3. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 323/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
  4. http://www.abet.org situs yang memuat kurikulum Environmental Engineering

Tujuan program pendidikan Magister berorientasi pemanfaatan dan pendayagunaan di prodi Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi (PIAS) pada dasarnya mengacu kepada tujuan program pendidikan magister ITB yaitu harus memiliki kemampuan lebih dari lulusan program sarjana yaitu berdaya cipta dalam bidang Teknik Lingkungan terutama dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk membina kegiatan inovatif di dalam masyarakat yang dilandasi oleh landasan ilmiah yang kuat dalam proses pendidikan tinggi yang bertumpu pada penelitian. Dalam pengambilan keputusan tersebut, lulusan magister PIAS harus mampu melakukan sintesis serta mengambil kesimpulan dari suatu kegiatan penelitian disamping kedalaman dan keluasan penguasaan ilmunya. Sehingga, lulusan program magister Teknik PIAS diharapkan akan mampu:

  1.  Mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk membina kegiatan inovatif di dalam masyarakat, yang dilandasi oleh landasan ilmiah yang kuat dalam proses pendidikan tinggi yang bertumpu pada penelitian.
  2. Meningkatkan kemampuan dalam bidang Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi serta mengembangkan terapan ilmu yang diperoleh dan dimilikinya tingkat pendidikan di atas sarjana.

Sama halnya dengan program magister Teknik Lingkungan, sesuai kriteria ABET student outcomes untuk program magister PIAS adalah sebagai berikut:

  1. “one year of academic study beyond the baccalaureate level” and demonstration that “graduates have an ability to apply master’s level knowledge in a specialized area of engineering related to the program area“.
  2. Student outcomes are outcomes (a) through (k) in undergraduate degree (lihat kurikulum Program Sarjana TL ITB) plus any additional outcomes that may be articulated by the program. Therefore, the outcomes must be consistent with the required additional “one year of academic study beyond the baccalaureate level” and demonstration that “graduates have an ability to apply master’s level knowledge in a specialized area of engineering related to the program area“.
  3. A master’s level program is expected to use measurements that relate to the master’s level curriculum for the applicable outcomes in addition to measurements taken from the parts of the curriculum normally associated with a baccalaureate program (undergraduate program).
Struktur Kurikulum Program Studi Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi (PIAS)
No. Kode Kuliah Nama Kuliah SKS
1. IS  5001 Metodologi Penelitian 3
2. IS  6102 Pengelolaan Proyek Untuk Infrastruktur air dan sanitasi 2
3. IS  6101 Perencanaan Infrastruktur Air dan Sanitasi (Studio) 3
4. IS  6099 Seminar dan Tesis 6
5. IS  5203 Perencanaan Sistem Persampahan 3
6. IS  5202 Sistem Pengelolaan dan Pengolahan Air Limbah 3
7. IS  5201 Sistem Penyediaan dan Pengolahan Air Minum 3
8. IS  5103 Kebijakan Air dan Ekonomi Lingkungan 3
9. IS  5102 Pembangunan Berbasis Masyarakat 3
10. IS  5101 Perencanaan Infrastruktur Pemukiman 3
11. IS  6103 Infrastruktur Lingkungan Berbasis Data Spasial 2
No. Matakuliah Pilihan SKS
1. Pilihan Prodi 0
2. Pilihan Luar Prodi 0
3. Pilihan Bebas 0
Total SKS = 34 SKS
Staf Akademik
  • Arwin Sabar, Dr, (INP-Toulouse, Perancis), Prof.
  • Benno Rahardyan, Dr. (Hokkaido University, Jepang)
  • Emenda Sembiring, Dr. (Asian Institute of Technology, Thailand)
  • I Made Wahyu Widyarsana, Dr. (ITB, Indonesia)
  • Marisa Handayani, Dr .Ing. (University Karlsruhe, Jerman)
  • Mindriany Syafila, Dr. (UMIST, Inggris), Prof.
  • Opy Kurniasari, Dr. (ITB, Indonesia)
  • Prayatni Suwondo, Dr. Ing. (TU Berlin, Jerman), Prof.
  • Qomarudin Helmy, Dr. (ITB, Indonesia)
  • Suprihanto Notodarmojo, Ph.D. (Murdoch University, Australia), Prof.

 

  • Enri Damanhuri. Dr. (L’Universite de Paris VII-Lyon, Perancis), Prof. – purna bakti
  • Tresna Dermawan Kunaefi, Dr. (L’Universite de Paris VII-Lyon, Perancis) – purna bakti
  • Tri Padmi Damanhuri, Dr. (L’Universite de Paris VII-Lyon, Perancis) – purna bakti