Seminar Nasional KK RALC: Pengelolaan Air Bersih dan Sanitasi Menuju Akses Universal Tahun 2019

BANDUNG (13/03/18). Bertempat di Gedung KOICA – ITB Cyber Security Center Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor, Kelompok Keahlian Rekayasa Air dan Limbah Cair (KK RALC) di bawah Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) mengadakan Seminar Nasional dengan Tema Pengelolaan Air Bersih dan Sanitasi Menuju Akses Universal Tahun 2019. Beberapa pembicara utama (keynote speaker) yang diundang adalah Ir. Muhammad Sundoro, M. Eng., dari Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Suharsono Adi Broto, ST, MM  mewakili Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman – Kementerian PUPR, Dr. Yoshitaka Ebie dari National Institute for Environmental Studies (NIES) dan Prof. Dr- Ing. Ir. Prayatni Soewondo, MT. selaku Ketua KK RALC.

Selain keynote speaker hadir pula beberapa undangan dari instansi seperti Puslitbang Permukiman Kementerian PUPR, UP Air Limbah SDA DKI Jakarta, PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA), PD PAL Jaya DKI Jakarta, Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia, Balai Penelitian dan Pengembangan Perumahan Wilayah II Denpasar, PDAM Bandung, Bappeda Provinsi Jawa Barat, Bappeda Kota Bandung, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air (PUSAIR), DLH (BPLHD) Jawa Barat,  Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia,  dan Ikatan Alumni Teknik Lingkungan ITB. Dekan FTSL, Prof.Ir. Ade Sjafruddin M.Sc.,Ph.D., memberikan sambutan pembukaan dengan mengingatkan pentingnya isu akses air bersih dan sanitasi. Pemerintah sendiri mentargetkan 100% pemenuhan air bersih dan sanitasi di kawasan Indonesia. “Oleh karena itu sebuah upaya untuk mengkolaborasikan seluruh pihak yang turut andil dalam menyokong percepatan pembangunan menjadi sangat diperlukan”, ujar Guru Besar Teknik Sipil tersebut.

Setelah pemaparan dari keynote speaker, acara dilanjutkan dengan Sesi Presentasi Paralel. Dalam sesi ini terdapat dua kelas dan masing-masing kelas dibagi menjadi tiga sesi. Bertindak selaku moderator yaitu Ahmad Soleh Setiawan, ST., MT., Ph.D, Dr. Qomarudin Helmy, S.Si., MT.,   Teddy Tedjakusuma, ST., MT., Ph.D, Ir. Yuniati, MT, M.Sc. Ph.D, Rofiq Iqbal, ST., M.Eng., Ph.D., dan Dr.Ing. Marisa Handajani, ST., MT. Setiap kelas dihadiri oleh invited speaker yang pakar dibidang air bersih dan sanitasi. Misalnya saja, Thye Yoke Pean dari Pusat Studi Lingkungan Hidup yang membawakan materi Disaster and development: The implication of disasters on the design of sanitation facilities. Hadir pula John Leeuwenburg dari Global Product Manager Water Office yang memaparkan After Spatial Asset Management serta Agus Sunara dari Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (PERPAMSI) yang membawakan Kemitraan Solidaritas.

Rangkaian acara dihadiri oleh 137 peserta dengan jumlah pemakalah sebanyak 31 orang. Pemakalah terbagi dalam empat topik bahasan yaitu infrastruktur air bersih dan sanitasi, analisis kualitas dan kuantitas air baku, teknologi pengolahan air dan air limbah, dan pengelolaan kualitas air. Acara ini diselenggarakan oleh KK RALC, bekerjasama dengan Program Studi Pengelolaan Infrastruktur Air Bersih dan Sanitasi (PIAS) serta Program Studi Magister Teknik Lingkungan (TL) dan disponsori oleh PSLH ITB- “Stimulating Local Innovation on Sanitation for The Urban Poor” Project. (NNA)

 

 

Berita Terkait