Dua orang pakar ITB sebagai narasumber utama pada Seminar Nasional : "RSNI 1726-XXXX Standar Perencanaan Ketahanan Gempa yang baru di Indonesia"

Kejadian gempa besar yang melanda Indonesia dalam 10 tahun terakhir menunjukkan bahwa Indonesia perlu semakin waspada terhadap bencana yang satu ini. Pemahaman mengenai kegempaan di Indonesia sudah semakin baik. Para ahli Indonesia sudah mampu memetakan kondisi geologi beserta resiko kegempaannya di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan Kementerian Pekerja Umum Indonesia, pada medio Juli 2010 telah mengesahkan Peta Gempa Indonesia yang baru. Peta tersebut menggantikan peta gempa sebelumnya yang diatur dalam SNI 1726-2002, dan digunakan sebagai acuan bagi perencanaan gedung dan infrastruktur baru.

Pembaruan peta gempa Indonesia membawa konsekwensi yang signifikan dalam perencanaan ketahanan gempa bagi bangunan gedung dan infrastruktur di Indonesia. Sebenarnya SNI 03-1726-02 telah disusun dengan memperhatikan perkembangan peraturan gempa di dunia, yaitu mengacu pada Uniform Building Code, UBC 1997. Dalam perjalanan waktu UBC 1997 berkembang menjadi ASCE 7-05 dan IBC 2006, dan saat ini telah menjadi ASCE 7-10 2009 yang dijadikan acuan bagi revisi SNI 1726-2002.

Mengingat terdapat perubahan yang signifikan antara RSNI yang baru dibandingkan SNI 1726-2002, maka diperlukan kecermatan dan upaya pembelajaran yang berkelanjutan bagi masyarakat konstruksi di Indonesia. RSNI telah memasukkan performance based design untuk kategori desain seismik yang merupakan kombinasi kategori resiko struktur dan site class.

Oleh karena itu Jurusan Teknik Sipil dan Program Pascasarjana Magister Teknik Sipil, FTSP Universitas Kristen Petra Surabaya menyelenggarakan Seminar Nasional bertema : “RSNI 1726-XXXX Standar Perencanaan Ketahanan Gempa yang Baru di Indonesia” pada hari Selasa, 26 April 2011, pukul 08:-30 – 15:30 WIB di Auditorium Universitas Kristen Petra, Jalan Siwalankerto 121-131 Surabaya 60236.

Narasumber utama pada seminar tersebut adalah Prof. Ir. R. Bambang Budiono, M.E., Ph.D. selaku Ketua Tim Struktur Revisi SNI 1726-2002 dan Prof.   Ir. Masyhur Irsyam, MSE.,Ph.D. selaku Ketua Tim Revisi Gempa Indonesia 2010.

Berita Terkait