Dosen FTSL ITB Menjadi Narasumber dan Moderator pada Seminar Lean Construction Kementerian PPN/Bappenas
Bandung – Dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengambil bagian dalam Seminar Pengayaan Kebijakan Lean Construction dalam Ekosistem Jasa Konstruksi Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) pada Rabu, 8 Juli 2026.

Seminar ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, akademisi, asosiasi profesi, dan pelaku industri untuk mendiskusikan arah kebijakan serta implementasi Lean Construction dalam mendukung peningkatan kualitas, efisiensi, dan daya saing sektor jasa konstruksi nasional.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Ir. Muhamad Abduh, M.T., Ph.D., dosen FTSL ITB, hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan materi “Kesiapan Industri dan Tantangan Implementasi Lean Construction di Lapangan.” Dalam paparannya, beliau membahas kesiapan industri konstruksi Indonesia dalam mengadopsi prinsip Lean Construction, berbagai tantangan implementasi di lapangan, serta pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri dalam mewujudkan transformasi sektor konstruksi yang lebih efektif dan berkelanjutan.
FTSL ITB juga berperan dalam mendukung jalannya seminar melalui kehadiran Dr. Eliza Rosmaya Puri, S.T., M.T., Ph.D. dan Dr. Budi Hasiholan, S.T., M.Eng., Ph.D. yang dipercaya sebagai moderator pada sesi diskusi. Keduanya memfasilitasi dialog antara narasumber dan peserta sehingga pembahasan mengenai kebijakan, standardisasi, pengadaan, serta keselamatan konstruksi dapat berlangsung secara interaktif.

Kehadiran dosen FTSL ITB pada forum nasional ini mencerminkan peran aktif institusi dalam mendukung pengembangan kebijakan publik berbasis keilmuan sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam mewujudkan ekosistem jasa konstruksi yang lebih maju.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kapasitas akademik, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi di sektor konstruksi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas sektor dalam penyusunan dan implementasi kebijakan pembangunan nasional.