Masukkan kata kunci Anda

FTSL ITB Berkontribusi dalam Konferensi Internasional AOGS 2026 di Jepang

FTSL ITB Berkontribusi dalam Konferensi Internasional AOGS 2026 di Jepang

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) turut berpartisipasi dalam konferensi internasional Asia Oceania Geosciences Society (AOGS) 2026 Annual Meeting. Forum ilmiah berskala internasional tersebut diselenggarakan pada 2–7 Agustus 2026 di Fukuoka, Jepang.

Dalam konferensi internasional ini, FTSL ITB diwakili oleh Ir. Mohammad Farid, S.T., M.T., Ph.D. dan Dr. Eng. Abdul Kadir Alhamid, S.T., M.Eng. Kedua akademisi tersebut menghadiri rangkaian kegiatan sekaligus mempresentasikan hasil penelitian ilmiah di bidang kebencanaan hidrometeorologi dan pesisir.

Adapun dua penelitian yang dipresentasikan dalam forum AOGS 2026 meliputi:

  1. Locally Calibrated Flood Fragility Curves Development for Buildings in Bali Based on Bayesian Inference and Hydraulic Modelling

    Penelitian ini mengembangkan kurva fragilitas banjir bangunan di Bali melalui integrasi pemodelan hidraulik dan Bayesian inference, sehingga analisis risiko banjir dapat lebih merepresentasikan kondisi lokal.

  2. Mangroves as Nature-based Solutions for Tsunami Disaster Reduction in the Coastal Region of Bali

    Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan mangrove sebagai nature-based solution untuk mengurangi dampak tsunami sekaligus memperkuat ketangguhan kawasan pesisir Bali.

Keikutsertaan FTSL ITB dalam AOGS 2026 menjadi bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, memperluas jejaring akademik internasional, dan mendorong riset yang berdampak dalam upaya pengurangan risiko bencana serta pembangunan wilayah yang tangguh dan berkelanjutan.

Kontribusi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, melalui pengembangan strategi pengurangan risiko bencana dan peningkatan ketangguhan wilayah.

  • SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim, melalui riset terkait risiko bencana hidrometeorologi dan penguatan adaptasi terhadap perubahan lingkungan.

  • SDG 14 – Ekosistem Lautan, melalui kajian ekosistem pesisir dan pemanfaatan mangrove sebagai solusi berbasis alam.

  • SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui partisipasi dalam jejaring akademik dan kolaborasi internasional.

Partisipasi aktif ini menegaskan komitmen FTSL ITB dalam memperkuat kajian kebencanaan dan ekosistem di tingkat global, sekaligus terus mendorong terciptanya riset berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.