Masukkan kata kunci Anda

Raih Gelar Doktor di FTSL ITB, Dr. Cahyo Purnomo Prasetyo Kembangkan Indikator Keberlanjutan Nipah sebagai Bahan Bakar Nabati

Raih Gelar Doktor di FTSL ITB, Dr. Cahyo Purnomo Prasetyo Kembangkan Indikator Keberlanjutan Nipah sebagai Bahan Bakar Nabati

Program Studi Doktor Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali meluluskan doktor baru. Dr. Cahyo Purnomo Prasetyo (NIM 35320005) resmi meraih gelar doktor usai menyelesaikan sidang disertasinya yang diselenggarakan pada Jum’at, 7 Agustus 2026, pukul 08.00–11.10 WIB bertempat di Ruang 306 (Big Meeting Room), Lantai 3 Gedung CIBE, Jl. Ganesha No. 10, Bandung.

Dalam ujian terbuka tersebut, Dr. Cahyo Purnomo Prasetyo mempertahankan riset disertasinya yang berjudul “Pengembangan Indikator Keberlanjutan Nipah (Nypa fruticans) sebagai Sumber Bahan Bakar Nabati di Indonesia”. Pelaksanaan sidang dipimpin oleh Prof. Emenda Sembiring, S.T., M.T., M.Eng.Sc., Ph.D. selaku Ketua Sidang.

Penyusunan riset doktoral ini dilaksanakan di bawah bimbingan tim pembimbing yang terdiri atas:

  1. Prof. Ir. Agus Jatnika Effendi, Ph.D.

  2. Prof. Dr. Mochammad Chaerul, S.T., M.T.

Sidang doktor ini turut menghadirkan tim penguji yang terdiri atas para akademisi dan pakar di bidangnya, yaitu:

  1. Dr. Ir. Haryo Satriyo Tomo, S.T., M.T.

  2. Dr. Anindrya Nastiti, S.T., M.T.

  3. Prof. Dr. Ir. H. Lili Mulyatna, M.T. (UNPAS)

Hasil penelitian yang dihasilkan dari disertasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan energi terbarukan, pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan, serta mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.

Pencapaian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 7 – Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pengembangan nipah sebagai sumber bahan bakar nabati.

  • SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, melalui pengembangan indikator keberlanjutan dalam pemanfaatan sumber daya hayati.

  • SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim, melalui pengembangan alternatif energi yang mendukung upaya menuju pembangunan rendah emisi.

FTSL ITB mengucapkan selamat atas pencapaian yang membanggakan ini. Semoga ilmu dan hasil penelitian yang telah dihasilkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan energi terbarukan, pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan, serta mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan di Indonesia.