KOMPETISI KONSTRUKSI RAMPING 3.0

TEMPAT DAN TANGGAL

AULA TIMUR ITB

KAMPUS ITB

Jalan Ganesha No. 10 Bandung

Sabtu, 6 Oktober 2018

 

POSTER K2R 3.0

 

INFOGRAFIS K2R 3.0

1      Latar Belakang


Konstruksi Ramping atau Lean Construction adalah sebuah pendekatan yang diperkenalkan oleh Lauri J. Koskela, dari VTT Building and Transport di Finlandia, pada tahun 1992 dalam upayanya mencoba memperbaiki kinerja industri konstruksi dengan mengacu kinerja yang dapat dicapai oleh industri manufaktur dengan pendekatan Lean Production-nya. Secara konseptual kemudian Koskela mengembangkan filosofi dari Konstruksi Ramping ini dan dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat peneliti dan praktisi konstruksi yang tergabung dalam International Group for Lean Construction (IGLC) pada tahun 2013. Koskela dan kawan-kawan menitik beratkan awalnya pada proses produksi di lapangan, dengan adanya antara lain the Last Planner System (LPS), dan sampai saat ini sudah merambah kepada penyelenggaraan konstruksi secara holistik dengan Integrated Project Delivery-nya (IPD). Tujuan dari pendekatan Konstruksi Ramping ini adalah memaksimalkan nilai (value) yang ingin dicapai oleh pengguna akhir, namun dengan proses yang menghasilkan pemborosan (waste) minimal.

Perkembangan selanjutnya dari Konstruksi Ramping sangat menakjubkan. Terdokumentasi dan terdiseminasi dalam bentuk konperensi tahunan IGLC, yang menampilkan hasil-hasil riset dan pengembangan terkait Konstruksi Ramping di berbagai negara, dan dalam bentuk seminar tahunan Lean in Public Sector (LIPS), yang menampilkan adopsi pemerintah berbagai negara terhadap pendekatan Konstruksi Ramping dan hasil positifnya. Di Indonesia, penelitian terkait dengan Konstruksi Ramping sudah dimulai sejak tahun 2005 secara resmi, dengan dimotori Kelompok Keahlian Manajemen dan Rekayasa Konstruksi di ITB yang mengusung Agenda Penelitiannya berupa “Menuju Konstruksi Ramping di Indonesia”. Interaksi dengan masyarakat internasional di bidang Konstruksi Ramping telah dibina pula sejak tahun 2007.

Namun demikian, penyerapan masyarakat konstruksi di Indonesia terhadap Konstruksi Ramping ini tidak cepat dan meluas. Dukungan pemerintah dan praktisi untuk implementasi Konstruksi Ramping dalam praktek konstruksi perlu ditingkatkan. Sosialisasi Konstruksi Ramping harus dilakukan lebih jauh dari sekedar di kalangan akademisi semata dan hanya pada satu institusi pendidikan saja. Berdasarkan kondisi tersebut, dibutuhkan sebuah sarana penyebaran Konstruksi Ramping ini yang efektif. Untuk itu, maka Kelompok Keahlian Manajemen dan Rekayasa Konstruksi bermaksud untuk menyelenggarakan sebuah kompetisi antar perguruan tinggi di Indonesia terkait dengan konstruksi ramping. Kegiatan Kompetisi Konstruksi Ramping (K2R) ini merupakan upaya sosialisasi tersebut melalui ajang kompetisi. K2R telah dilaksanakan selama 2 tahun berturut-turut (2016 dan 2017) dengan peserta dari mahasiswa perguruan tinggi yang memiliki program Sarjana dan pascasarjana yang relevan. Pada tahun yang ketiga ini (2018), maka cakupan kompetisi diperluas dengan mengikutsertakan perusahaan konstruksi (kontraktor).

2      Maksud dan Tujuan


Adapun maksud dari kegiatan kompetisi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat konstruksi di Indonesia mengenai Konstruksi Ramping. Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah:

  1. Menyebarluaskan pengetahuan terkait Konstruksi Ramping di kalangan mahasiswa, baik program sarjana maupun pascasarjana, di Indonesia, dan juga praktisi konstruksi lainnya.
  2. Memberikan tempat bagi mahasiswa dan praktisi Konstruksi untuk meningkatkan kemampuan bekerjasama dalam sebuah tim.
  3. Menjadi salah satu wahana berkumpulnya akademisi dan praktisi peminat Konstruksi Ramping di Indonesia.

3      Bentuk Kegiatan Kompetisi


Kegiatan kompetisi ini secara umum merupakan perlombaan untuk mengukur sejauh mana peserta kompetisi memahami beberapa konsep dan teknik Konstruksi Ramping yang diperkenalkan dalam sebuah simulasi proyek konstruksi. Kegiatan utama yang akan dinilai dalam kompetisi ini adalah Simulasi Proyek Konstruksi. Adapun konsep dan teknik Konstruksi Ramping yang akan diperkenalkan adalah yang terkait dengan Sistem Perencana Akhir (SPA) atau the Last Planner System (LPS), yang meliputi Collaborative Pull Planning, MakeReady, Production Evaluation & Planning, dan Production management.

Kegiatan simulasi proyek konstruksi dilakukan dengan menggunakan blok-blok permainan LEGO. Akan terdapat permainan peran (role playing) dalam simulasi yang menggambarkan pihak-pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi, yaitu 1 Kontraktor Utama, 6 Sub-kontraktor, 1 Pemasok, dan 1 Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Berikut adalah pembagian perannya:

No. Peran Peserta Mahasiswa Peserta Kontraktor
1 Kontraktor Utama 1 Mahasiswa Pascasarjana 1 orang PM
2 Sub-Kontraktor 2 Mahasiswa Pascasarjana

4 Mahasiswa Sarjana

6 orang Staff PM
3 Pemasok 1 orang dari Panitia 1 orang dari Panitia
4 Pengawas K3 1 orang dari Juri 1 orang dari Juri

Lokasi proyek direpresentasikan sebagai sebuah ruangan yang khusus disediakan untuk itu dengan layout sebagaimana terlihat pada Gambar 1. Di dalam ruangan terdapat 9 buah meja, dengan 9 kursi, yang terdiri dari:

  1. Satu meja yang digunakan sebagai lokasi bangunan dan tempat sampah di lokasi proyek. Dua kursi disediakan untuk duduknya Kontraktor Utama (KU) dan Pengawas K3 (K3).
  2. Satu meja berupa gudang pemasok. Satu kursi disediakan untuk duduk Pemasok (P).
  3. Enam meja berupa trailer 6 sub-kontraktor. Enam kursi disediakan untuk duduk sub-kontraktor (S).
  4. Satu meja untuk lokasi kompter yang berfungsi sebagai jam simulasi.

Gambar 1. Denah Ruangan Simulasi

 

Selain itu, di dalam ruangan terdapat juga sebuah kamera video yang digunakan untuk merekam semua peristiwa pelaksanaan pekerjaan di lokasi proyek. Video ini akan dijadikan sebagai alat bukti penilaian oleh juri. Jam simulasi disediakan sebagai alat untuk menggerakkan simulasi dengan suara alarm peringatan untuk suatu jeda ke jeda berikutnya. Terdapat pula dua buah garis pembatas di lantai yang berfungsi membatasi daerah kerja.

Di depan ruangan simulasi terdapat sebuah papan yang terbuat dari kertas yang akan dijadikan sebagai alat penjadwalan pelaksanaan konstruksi dan juga sebagai alat untuk mengendalikan pelaksanaan pekerjaan.

Tujuan simulasi proyek konstruksi ini adalah menghasilkan sebuah bangunan yang memenuhi nilai (value) yang diinginkan oleh penggunanya, yaitu:

  1. Pelaksanaan yang cepat (waktu)
  2. Sesuai dengan desain (mutu)
  3. Tidak banyak terdapat pemborosan (biaya)

Pencatatan terhadap kinerja akan dilakukan dengan menggunakan perekaman video dan formulir pemesanan material yang nantinya akan diperiksa dan dinilai oleh tim juri setelah kegiatan simulasi selesai.

Dokumentasi Kegiatan K2R 2.0 – 2017

4      Peserta dan Penghargaan Kompetisi


Pada K2R 3.0 ini, kompetisi ini ditujukan kepada mahasiswa baik tingkat sarjana maupun pascasarjana dan juga kontraktor. Untuk peserta mahasiswa terkait dengan bidangnya, karena tim proyek konstruksi itu bisa saja sangat kompleks, maka ditujukan bagi berbagai disiplin, namun lebih ditekankan kepada mahasiswa Teknik Sipil dan Arsitek untuk program studi sarjana, dan mahasiswa yang mengambil bidang Manajemen Proyek atau Manajemen dan Rekayasa Konstruksi untuk program studi pascasarjana Teknik Sipil/Arsitektur, atau bidang rekayasa dan manajemen lainnya yang relevan. Untuk peserta kontraktor tidak dibatasi latar belakang bidang pendidikannya.

Adapun persyaratan pesertanya adalah sebagai berikut:

  1. Satu perguruan tinggi atau perusahaan kontraktor hanya dapat mengirimkan satu tim.
  2. Satu tim terdiri 7 orang. Untuk peserta mahasiswa: minimal 1 orang mahasiswa prodi pascasarjana, dan minimal 4 orang mahasiswa prodi sarjana. Untuk peserta kontraktor: minimal 1 orang yang berpengalaman sebagai PM, dan minimal 3 orang yang berpengalaman sebgai site engineers.
  3. Terkait peran, untuk peserta mahasiswa: mahasiswa pascasarjana akan berperan sebagai kontraktor atau sub-kontraktor, sedangkan mahasiswa sarjana hanya boleh berperan sebagai sub-kontraktor. Untuk peserta kontraktor: PM akan berperan sebagai kontraktor atau sub-kontraktor, sedangkan site engineer dan lainnya hanya berperan sebagai sub-kontraktor.
  4. Semua peserta harus membawa dan menggunakan Alat Proteksi Pribadi atau Personal Protection Equipment (PPE) yang relevan sebagai bagian dari simulasi dalam kompetisi ini.

Jumlah tim mahasiswa maksimum adalah 12 tim atau 12 Perguruan Tinggi. Sedangkan tim kontraktor maksimum adalah 12 perusahaan. Tim peserta akan diseleksi terlebih dahulu oleh panitia. Tim yang tidak terseleksi dapat hadir sebagai pengamat atau observer.

Adapun penghargaan akan dikategorikan sebagai berikut:

A. Untuk Peserta Mahasiswa:

  1. Berdasarkan Kinerja Total:
    • Urutan Pertama mendapatkan plakat dan hadiah uang Rp. 6.000.000
    • Urutan Kedua mendapatkan plakat dan hadiah uang Rp. 5.000.000
    • Urutan Ketiga mendapatkan plakat dan hadiah uang Rp. 4.000.000
    • Urutan Keempat mendapatkan plakat dan hadiah uang Rp. 2.500.000
    • Urutan Kelima mendapatkan plakat dan hadiah uang Rp. 2.000.000

B.Untuk Peserta Kontraktor:

  1. Berdasarkan Kinerja Total:
    • Urutan Pertama mendapatkan tropi khusus dan sertifikat penghargaan
    • Urutan Kedua mendapatkan tropi khusus dan sertifikat penghargaan
    • Urutan Ketiga mendapatkan tropi khusus dan sertifikat penghargaan

C. Untuk Peserta Mahasiswa dan Kontraktor:

  1. Berdasarkan Pemborosan Minimal:
    • Urutan Pertama mendapatkan plakat dan hadiah uang Rp. 3.000.000
    • Urutan Kedua mendapatkan plakat dan hadiah uang Rp. 2.000.000
    • Urutan Ketiga mendapatkan plakat dan hadiah uang Rp. 1.000.000

5      Waktu dan Tempat Kegiatan


Kegiatan kompetisi ini akan diselenggarakan dalam waktu satu hari saja, yaitu hari Sabtu, pada tanggal 6 Oktober 2018. Adapun tempat kegiatan adalah di Aula Timur ITB, Jalan Ganesha No. 10, Bandung.

6      Jadwal Kegiatan


Secara umum kegiatan kompetisi ini akan dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut:

Sabtu, 6 Oktober 2018

Jam Kegiatan Keterangan
08.00 – 08.30 Pendaftaran Peserta
08.30 – 09.15 Pembukaan Ketua Panitia

Dekan FTSL ITB

Dirjen Bina Konstruksi, Kemen PUPR

09.15 – 09.45 Penjelasan Kompetisi dan Undian Panitia dan Tim Juri
09.45 – 10.00 Persiapan Kompetisi I (Mahasiswa) Peserta Mahasiswa
10.00 – 12.00 Kompetisi I (Mahasiswa) Peserta Mahasiswa
12.00 – 13.00 Istirahat dan Makan Siang Panitia
13.00 – 13.15 Persiapan Kompetisi II (Kontraktor) Peserta Kontraktor
13.15 – 15.15 Kompetisi II (Kontraktor) Peserta Kontraktor
15.15 – 16.00 Presentasi Terkait Konstruksi Ramping Nara Sumber
16.00 – 16.30 Pengumuman Pemenang Tim Juri
16.30 – 17.00 Penutupan Ketua KK MRK ITB

7      Biaya Kegiatan


Adapun biaya yang akan dibebankan kepada peserta adalah sebagai berikut:

  1. Biaya pendaftaran per tim peserta:
    • Mahasiswa: 2.000.000, sudah termasuk makan siang 1 kali, kudapan 2 kali.
    • Kontraktor: 5.000.000, sudah termasuk makan siang 1 kali, kudapan 2 kali.
  2. Biaya penginapan ditanggung masing-masing tim.
  3. Biaya transportasi ditanggung masing-masing tim.

Tidak ada biaya lain yang dipungut di lokasi terkait kegiatan ini.

8      Susunan Panitia


Berikut adalah susunan kepanitian kegiatan Kompetisi Konstruksi Ramping 3.0:

Penanggung Jawab Ade Sjafrudin (Dekan FTSL ITB)

Krishna S. Pribadi (Ketua KK MRK)

Pengarah Rizal Z. Tamin

Puti Farida Marzuki

Biemo W. Soemardi

Ketua Pelaksana Muhamad Abduh
Wakil Ketua Pelaksana Reini D. Wirahadikusumah
Bendahara Ima Fatima
Sekretaris Nia Handayani
Seksi Acara Budi Hasiholan
Seksi Penjurian Eliza Rosmaya Puri
Seksi Konsumsi Iris Mahani
Seksi Materi Meifrinaldi
Seksi Akomodasi dan Transportasi Adrianto Oktavianus
Seksi Promosi/Dokumentasi Muhammad Sapto Nugroho
Seksi Kebersihan dan Keamaanan Undang Ruhyana

 

Adapun Sekretariat kegiatan ini adalah:

 

Kelompok Keahlian Manajemen dan Rekayasa Konstruksi

Gedung CIBE, Lt. 6

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan

Institut Teknologi Bandung

Jalan Ganesha No. 10, Bandung, 40132

Contact Person:  Nia Handayani

Email: nia_handayani@yahoo.com

Telpon: 081320619428

FORM PENDAFTARAN-PERGURUAN TINGGI

FORM PENDAFTARAN-KONTRAKTOR

 

Apa Itu Lean Construction?

K2R 1.0 | K2R 2.0