Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air

MPSDAkecil

A. Body of Knowledge
Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air (MPSDA) merupakan program studi magister yang berorientasi pada pemanfaatan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui keahlian atau profesi tertentu untuk mengatasi permasalahan dalam bidang Pengelolaan Sumber Daya Air. Problem di lapangan di bidang Pengelolaan Sumber Daya Air yang multisektoral dan multidisiplin yang semakin kompleks tersebut membutuhkan keahlian yangmsetingkat magister untuk memecahkan permasalahannya.
Prodi MPSDA berawal pada tahun 1986 dengan nama Bandung International Program in Water Resources Development (Bipowered), kerjasama Departemen PU dengan IHE-Delft, Belanda, untuk meningkatkan kemampuan profesional sarjana di bidang sumber daya air. Pada tahun 1991, ITB meneruskan program Bipowered dengan membentuk program Spesialis-1 (SP1). Pada tahun 2007, program tersebut ditingkatkan menjadi Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air (MPSDA) yang ditujukan untuk menghasilkan lulusan setingkat magister yang mampu mengelola bidang sumber daya air secara komprehensif, terintegrasi dan berkelajutan.
Body of Knowledge (BoK) dari kurikulum MPSDA disusun dengan mempertimbangkan pengembangan dari penguasaan lanjut dari ilmu pada tahapan S1, terutama S1 yang berorientasi di bidang teknik dan pengelolaan sumber daya air (S1-TPSDA). BoK Prodi MPSDA mengakomodasi disiplin ilmu-ilmu yang diperlukan dalam mengelola sumber daya air. Disiplin ilmu tersebut antara lain meliputi:

  1. Ilmu Rekayasa/Terapan
  2. Integrated Water Resources Management (IWRM)
  3. Spesialisasi Pengelolaan dan Rekayasa Sumber Daya Air
  4. Sistem Informasi dan Ekonomi Sumber Daya Air

Sustainable development dalam mengelola sumber daya air merupakan sasaran yang ingin dicapai. BOK yang disusun harus memiliki komposisi disiplin ilmu yang memadai untuk dapat mencapai sasaran. Ilmu rekayasa dasar dan ekosistem sebagai disiplin ilmu hulu selayaknya menjadi prasyarat untuk mengikuti program ini. IWRM sebagai suatu disiplin yang terintegrasi menjadi pondasi dalam pengelolaan SDA yang ditunjang oleh ilmu terapan, etika profesi, dan pemahaman mengenai sistem informasi dan ekonomi SDA. Untuk itu BoK disusun dengan komposisi sebagaimana yang disajikan pada gambar berikut:

Untitled

IWRM (Integrated Water Resources Management) meliputi lima aspek, yaitu:

  1. Aspek alamiah sistem SDA (sumber daya air), seperti: air permukaan, air tanah, kualitas air dan pola laku fisik.
  2. Aspek ekonomi sectoral yang terkait bidang SDA (pertanian, perikanan, penyediaan air baku, pembangkit energi listrik dari tenaga air, navigasi, rekreasi, dan konservasi lingkungan).
  3. Aspek kebijakan nasional dan konstrainnya (sosial, hukum, institusional, pembiayaan dan lingkungan).
  4. Aspek hirarki institusional.
  5. Aspek variasi sumber daya dan kebutuhan (analisis skala DAS (daerah aliran sungai) atau WS (wilayah sungai), interaksi hulu-hilir WS, dan transfer inter-basin).

B. Tantangan yang Dihadapi

  • Tantangan Global
    1. Perubahan iklim akibat El-Nino dan La-Nina, serta pemanasan global yang berdampak pada banjir, kenaikan muka laut, dan kekeringan.
    2. Indonesia sebagai hub dalam pengelolaan daerah aliran sungai di asia pasifik.
    3. Sasaran Millenium Development Goal berkaitan dengan kelaparan dan kemiskinan, jaminan daya dukung lingkungan hidup dan kerjasama global dalam pembangunan terutama dalam bidang sumber daya air.
  • Tantangan Lokal
    1. Pengelolaan daerah aliran sungai (cross boundary river basin management) dengan negara tetangga.
    2. Banjir yang melanda di daerah perkotaan akibat hujan di hulu, hujan lokal, dan pasang naik air laut di hampir ibu kota provinsi atau kota-kota besar lainnya.
    3. Degradasi daerah aliran sungai dan peningkatan lahan kritis yang menyebabkan erosi lahan dan sedimentasi berlebihan serta menurunnya resapan air tanah.
    4. Rendahnya layanan air baku terutama untuk kebutuhan air minum dan pertanian.
    5. Kekeringan yang melanda daerah pertanian dan lumbung-lumbung padi strategis dalam rangka ketahanan pangan dan swasembada pangan.
    6. Sungai dan daerah aliran sungai sebagai daya dukung hidrologi merupakan basis pembangunan komunitas dan perencanaan wilayah.
    7. Belum optimal pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan basis data dalam kerangka peningkatan layanan sistem informasi manajemen untuk menunjang pengambilan keputusan.
    8. Perencanaan pola sumber daya air wilayah sungai dalam skala nasional untuk mendukung perencanaan master plan sumber daya air dan wilayah.
    9. Eksploitasi air tanah yang berlebihan dan tidak terkendali yang dapat menyebabkan terjadinya land subsidence.

C.Akreditasi atau Standar Kurikulum Acuan

Kurikulum Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air (MPSDA) mengacu pada standard yang dikeluarkan oleh :

  1. ASCE (American Society of Civil Engineers)
  2. AAWRE (American Academy of Water Resources Engineers)
  3. ABET (The Accreditation Board for Engineering and Technology, Inc.)
  4. SK Senat Akademik ITB Nomor 11/SK/I1-SA/OT/2012 tentang Pedoman Kurikulum 2013-2018 ITB
  5. Pedoman dan Format Penyusunan Kurikulum 2013-2018 Institut Teknologi Bandung (SK Rektor ITB 284/SK/I1.A/PP/2012, Tanggal 7 Desember 2012)

D. Referensi

  1. American Society of Civil Engineers, 2008, Civil Engineering Body of Knowledge for the 21st Century: Preparing the Civil Engineer for the Future, 2nd ed., Prepared by the Body of Knowledge Committee of the Committee on Academic Prerequisites for Professional Practice, ASCE
  2. American Academy of Water Resources Engineers, 2005, Body of Knowledge for Water Resources Engineering (www.aawre.org/files/pdf/wrebokjanuary.pdf).
  3. http://www.abet.org

Masukan dari Pemangku Kepentingan (Stakeholders)

  1. Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Air diharapkan dapat menghasilkan lulusan sebagai ‘water manager’ yang didukung pengetahuan dan keterampilan sebagai ‘water engineer’. Untuk hal tersebut, maka unsur pengelolaan (manajemen) diperbesar bobot-nya dalam kurikulum, baik dalam bentuk matakuliah tersendiri atau disisipkan dalam matakuliah rekayasa yang ada. Hal ini sejalan dengan lulusan program studi tahap sarjana yang diharapkan merupakan “engineer” yang memiliki wawasan manajemen.
  2. Kurikulum yang ada perlu didukung oleh kemampuan GIS dan software bidang sumberdaya air, kegiatan kerja kelompok (group work), evaluasi permasalahan di lapangan secara ter-integrasi/terpadu, dan kuliah lapangan (day trip dan/atau field trip) sebagai kegiatan kurikuler yang mampu membantu mahasiswa untuk memahami dan menjelaskan aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap sebagai seorang profesional di bidang keahliannya baik secara spesifik maupun secara komprehensif dengan keahlian lainnya yang terkait.
  3. Dalam kerangka suatu program terapan, maka perlu adanya implementasi kerjasama dengan asosiasi profesi, seperti misalnya: HATHI (Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia). Hal ini dapat diwujudkan dalam bentuk mekanisme in house training yang diterapkan untuk memperoleh sertifikasi profesi. Kegiatan ini dapat diawasi oleh para asesor untuk melengkapi wawasan dan pengakuan profesionalisme terkait dengan sub-sub bidang SDA menurut klasifikasi Badan Sertifikasi Asosiasi keprofesian.

E. Tujuan Pendidikan dan Capaian Lulusan

  • Tujuan Pendidikan
    1. Meningkatan kualitas pendidikan dengan menghasilkan lulusan dengan kapasitas intelektual yang tinggi dalam pengetahuan dan keahlian, inovasi, kreativitas, moral dan karakter, dan kematangan emosi, yang dapat mengkonsolidasikan dan menguatkan integritas nasional.
    2. Meningkatan kegiatan dan kualitas penelitian dan penerapan dalam bidang pengelolaan sumberdaya air seiring kemajuan sains dan teknologi yang relevan untuk mencapai kesejahteraan bangsa.
    3. Menghasilkan pengelola sumber daya air (water manager) yang memiliki kemampuan dalam pengambilan keputusan yang tepat dan cepat di bidang pengelolaan sumberdaya air yang terintegrasi dan berkelanjutan.
  • Capaian (Outcome) Lulusan
    1. Kemampuan untuk menggunakan matematika terapan, ilmu pengetahuan terapan, dan prinsip-prinsip rekayasa dalam bidang sumber daya air.
    2. Kemampuan untuk melakukan evaluasi dan penilaian terhadap data dan hasil-hasil eksperimen di bidang sumber daya air.
    3. Kemampuan untuk menganalisis sistem, komponen, atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan dalam batasan yang realistis.
    4. Kemampuan untuk mengatur tim yang terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan.
    5. Kemampuan untuk mengidentifikasi, merumuskan, memecahkan, dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan di bidang sumber daya air.
    6. Penerapan tanggung jawab profesional dan tanggung jawab etika.
    7. Kemampuan untuk melakukan komunikasi yang efektif.
    8. Kemampuan untuk menjelaskan pengaruh penyelesaian ilmu rekayasa dalam konteks global, ekonomi, lingkungan, dan sosial.
    9. Pemahaman akan kebutuhan pendidikan sepanjang hayat dan kemampuan untuk terlibat di dalamnya.
    10. Pemahaman tentang isu-isu mutakhir yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air, termasuk tentang Perencanaan Pola Sumber Daya Air.
    11. Kemampuan untuk melakukan evaluasi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan untuk keperluan teknik sipil secara praktis.
    12. Kemampuan untuk membuat suatu rancangan/desain dalam bidang keahlian yang spesifik/khusus terkait teknik sumber daya air.
    13. Kemampuan untuk mengintegrasikan (mengatur dan mengkombinasikan) elemen-elemen pengelolaan pekerjaan, konstruksi, dan pengelolaan aset di bidang keairan
    14. Kemampuan untuk mengatur bisnis, kebijakan publik, dan prinsip-prinsip administrasi di bidang sumber daya air.
    15. Kemampuan untuk menerapkan prinsip-prinsip dan perilaku kepemimpinan.

F. Struktur Kurikulum

Matakuliah Wajib Non Jalur Pilihan

No. Kode Kuliah Nama Kuliah SKS
1. SA 5011 Matematika dan Statistika Terapan 3
2. SA 6013 Pengelolaan Infrastruktur Sumber Daya Air 3
3. SA 6012 Analisis Risiko dan Daya Rusak Air 2
4. SA 6011 Analisis Sistem dan Pengambilan Keputusan 3
5. SA 5023 Pemodelan Kualitas Air Permukaan 2
6. SA 5022 Rekayasa Sungai dan Pengendalian Banjir 2
7. SA 5021 Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu 2
8. SA 5014 Metode Penelitian dan Etika Profesi 3
9. SA 5013 Hidraulika Terapan dan Angkutan Sedimen 2
10. SA 5012 Hidrologi Terapan 2
11. SA 6094 Tesis 6
No. Matakuliah Pilihan SKS
1. Pilihan Prodi 0
2. Pilihan Luar Prodi 0
3. Pilihan Bebas 0
Total SKS = 36 SKS

 Matakuliah Pilihan Program Studi

No. Kode Kuliah Nama Kuliah SKS
1. SA 5061 Rekayasa Irigasi dan Rawa 2
2. SA 5062 Rekayasa Pantai dan Muara 2
3. SA 5081 Stabilitas Bangunan Air 2
4. SA 5082 Pengelolaan Dan Rekayasa Tenaga Air 2
5. SA 5083 Pengelolaan dan Rekayasa Air Tanah 2
6. SA 5084 Hidrologi Spasial 2
7. SA 5085 Kajian Proyek Terpadu 2

G. Staf Akademik

  • Agung Wiyono H.S, Dr. (ITB, Indonesia)
  • Arno Adi Kuntoro, Dr. (Hiroshima University, Jepang)
  • Dantje K. Natakusumah, Ph.D. (UW, Swansea, Inggris)
  • Edy Anto Soentoro G., Ph.D. (Colorado State University, Amerika Serikat)
  • Hadi Kardhana, Ph.D. (Tohoku University, Jepang)
  • Hernawan Mahfudz, MS. (ITB, Indonesia)
  • Indratmo Soekarno, Ph.D. (University Strathclyde, Inggris), Prof.
  • Iwan Kridasantausa, Ph.D. (Colorado State University, Amerika Serikat), Prof.
  • Cahyono, Ph.D. (University Bradford, Inggris)
  • Sri Legowo, W.D. Dr. (ECP. Perancis)
  • Yadi Suryadi, Dr. (ITB, Indonesia)

H. Alamat kontak
Gedung Teknik Sipil ITB
Telp. : +62 22 2509166, 2510713
Fax : +62 22 2510713
Email : mpsda@ftsl.itb.ac.id