Program Studi Magister Sistem dan Teknik Jalan Raya

STJR kecil

A. Body of Knowledge
Pada awal dekade 1970-an Direktorat Jenderal Bina Marga yang mempunyai tugas membina jaringan jalan di Indonesia, mendapat berbagai bantuan internasional, seperti dari Bank Dunia dan negara-negara donor lainnya. Pada waktu itu banyak tenaga ahli di bidang Rekayasa Jalan, baik untuk pekerjaan studi, perancangan, pembangunan, maupun pengawasan lapangan yang berasal dari luar Indonesia. Alasannya karena tenaga nasional dianggap kurang terlatih, kurang berpengalaman, dan kurang banyak jumlahnya.
Setelah dievaluasi ternyata bahwa pendidikan di jurusan Teknik Sipil ITB, dan juga secara umum di Indonesia, kurang mendalami bidang Rekayasa Jalan. Hal ini disebabkan pada saat itu di Indonesia jarang dilakukan pembinaan proyek jaringan jalan dalam skala besar, dan pendidikan di perguruan tinggi juga tidak disiapkan untuk hal tersebut. Direktorat Jenderal Bina Marga pada waktu itu menentukan kebijakan bahwa kebutuhan akan ahli bidang Rekayasa Jalan adalah cukup besar, dan kebutuhan itu akan terus berlanjut sampai jauh ke masa depan. Hal itu juga didukung oleh komitmen badan internasional dalam pembinaan jaringan jalan di Indonesia untuk jangka waktu yang panjang. Sedangkan untuk pemecahan jangka pendek dan menengah dari kekurangan tenaga ahli tersebut, diputuskan untuk mengadakan suatu pendidikan pascasarjana nongelar dalam bidang Rekayasa Jalan.
Cakupan bidang ilmu/keahlian yang terkait dengan Program Magister Sistem dan Teknik Jalan Raya adalah:

  1. Rekayasa Jalan (Highway Engineering)
  2. Rekayasa Lalulintas dan Keselamatan (Traffic Engineering and Safety)
  3. Manajemen Jaringan Jalan (Road Network Management)

Analytical tools yang diberikan serta sebagai kelanjutan linier program sarjana Teknik Sipil, sesuai dengan cakupan bidang ilmu diatas yang terkait dengan banyak aspek, sedemikian sehingga membutuhkan interaksi berbagai disiplin ilmu, seperti diantaranya:

  1. Material Sciences
  2. Engineering
  3. Information System and Management Sciences
  4. Safety
  5. Environmental Sciences
  6. Social Sciences
  7. Economic, Business and Finance
  8. Computer Programming

Dalam bidang profesi terkait, juga sangat dituntut etika profesi yang tinggi, penggunaan program komputer dalam desain serta alat-alat berteknologi canggih untuk pelaksanaan konstruksi dan monitoring/survei jalan

B. Tantangan yang dihadapi

Jalan sebagai tulang punggung sistem transportasi karena sifat pelayannanya yang door-to-door, saat ini di Indonesia masih memerlukan peningkatan dari sisi kuantitas maupun kualitas. Masih terdapat banyak tantangan yang harus diselesaikan, baik dari aspek perencanaan, desain, pelaksanaan (konstruksi), pemeliharaan, maupun yang sifatnya evaluatif seperti aspek keselamatan lalulintas, dampak lingkungan dan sosial, ekonomi maupun finansial (pembiayaan). Hal ini mengingat saat ini dan mungkin sampai 10 tahun ke depan, kinerja sistem transportasi jalan masih sangat membutuhkan peningkatan, terutama dari sisi sumber daya manusia baik pengelola (pemerintah), perencana, perancang maupun pelaksana (pemerintah dan swasta).

C. Akreditasi atau Standar Kurikulum Acuan

Acuan lembaga akreditasi/organisasi keprofesian internasional adalah Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET)/American Society for Civil Engineers. Sedangtkan acuan lembaga akreditasi nasional adalah BAN PT dengan organisasi keprofesian nasional Himpunan Ahli Pengembang Jalan (HPJI).

D. Masukan dari pemangku kepentingan (stakeholders)

STJR berdiri sejak 1982 atas kerjasama Kementrian Pekerjaan Umum (Direktorat Jenderal Bina Marga) dan ITB yang didanai oleh Bank Dunia. Oleh karena itu kurikulumnya dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata pemangku kepentingan. Saat ini, kerjasama dengan Kementrian Pekerjaan Umum kembali terjalin melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan PU dengan kegiatan pengiriman karya siswa. Dalam kerangka kerjasama tersebut, telah dan sedang dilakukan telaah dan kajian terhadap kurikulum STJR melalui forum diskusi dan lokakarya yang juga mengundang/menjaring masukan dari alumni maupun asosiasi bidang jalan di Indonesia. Beberapa masukan para pemangku kepentingan tersebut diantaranya adalah:

  1. Diperlukan pengetahuan dan keahlian untuk jembatan, khususnya jembatan pendek (kurang dari 60 meter panjang), terutama yang menyangkut aspek pemeliharaan.
  2. Diperlukan pengetahuan dan keahlian dalam hal pendanaan jalan, termasuk di dalamnya kerjasama pemerintah-swasta.
  3. Isu yang sedang menegmuka saat ini juga termasuk mengenai keselamatan lalulintas jalan serta dampak lingkungan yang terkait dengan keberlanjutan pembangunan serta mitigasi-adaptasi perubahan iklim.
  4. Pengertian mengenai konsep serta aplikasi desain sampai pelaksanaan jalan yang berbasis komputer dan informasi harus diberikan kepada mahasiswa STJR, mengingat hal tersebut sudah menjadi kompetensi umum di dunia profesi yang menyangkut bidang rekayasa jalan.

E. Tujuan Pendidikan dan Capaian Lulusan

  • Tujuan pendidikan program studi (program educational objectives)
    Program studi ini memiliki tiga tujuan yang ingin dicapai, yaitu:

    1. Mempunyai kemampuan mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan yang terkait dengan perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan, dengan cara menguasai dan memahami, pendekatan, metode, kaidah ilmiah disertai keterampilan penerapannya.
    2. Mempunyai kemampuan rnemecahkan permasalahan di bidang keahlian yang berkaitan dengan infrastruktur jalan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah.
    3. Mempunyai kemampuan mengembangkan kinerja profesionalnya yang ditunjukkan dengan ketajaman analisis permasalahan, keserbacakupan tinjauan, kepaduan pemecahan masalah atau profesi yang serupa.
  • Capaian lulusan (student outcome)
    Program studi ini diharapkan menghasilkan lulusan yang memiliki capaian sebagai berikut:

    1. Pengetahuan, pengertian dan aplikasi dalam hal Rekayasa Jalan, yang menyangkut Struktur dan Material Tanah Dasar serta Perkerasan Jalan, juga Geometrik Jalan
    2. Pengetahuan, pengertian dan aplikasi dalam hal Rekayasa Lalulintas, Prediksi Kebutuhan Pergerakan di masa yang akan datang serta hal-hal yang terkait dengan isu keselamatan dan lingkungan.
    3. Pengetahuan, pengertian dan aplikasi dalam aspek Ekonomi, Bisnis dan Finansial serta Manajemen Jalan dan Jembatan Standar.
    4. Sesuai pilihannya, lulusan STJR bisa memiliki kompetensi sampai dengan kemampuan menganalisis dan mensintesiskan bahkan mengevaluasi salah satu dari aspek rekayasa jalan, rekayasa lalulintas dan manajemen jaringan jalan.

F. Struktur Kurikulum

 Matakuliah Wajib Non Jalur Pilihan

No. Kode Kuliah Nama Kuliah SKS
1. SJ 5098 Metoda Penelitian 3
2. SJ 5099 Analisis Rekayasa 3
3. SJ 5112 Rekayasa Perkerasan 3
4. SJ 5113 Perancangan Geometrik Jalan 3
5. SJ 5114 Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan 3
6. SJ 6099 Tesis 6
7. SJ 6101 Proyek Lapangan Kelompok 3
No. Matakuliah Pilihan SKS
1. Pilihan Prodi 12
2. Pilihan Luar Prodi 0
3. Pilihan Bebas 0
Total SKS = 36 SKS

 Matakuliah Pilihan Program Studi

No. Kode Kuliah Nama Kuliah SKS
1. SJ 5211 Sifat Bahan Konstruksi Jalan 2
2. SJ 5212 Geoteknik Jalan 2
3. SJ 5213 Manajemen Proyek Jalan dan Jembatan 2
4. SJ 5214 Ekonomi Jalan 2
5. SJ 5215 Pembiayaan Proyek Jalan 2
6. SJ 5221 Pemodelan Kebutuhan Pembangunan Wilayah 2
7. SJ 5222 Rekayasa dan Kendali Lalulintas 2
8. SJ 5231 Rekayasa dan Sistem Jembatan 2
9. SJ 6011 Topik Khusus Jalan 2
10. SJ 6111 Rekayasa Perkerasan Lanjut 2
11. SJ 6112 Sistem Manajemen Pemeliharaan Jalan 2
12. SJ 6113 Sistem dan Manajemen Jalan Tol 2
13. SJ 6121 Analisis Pengembangan Jaringan Jalan 2
14. SJ 6122 Rekayasa Keselamatan Jalan dan Lingkungan 2
15. SJ 6131 Sistem Manajemen Pemeliharaan Jembatan 2

 G. Staf Akademik

  • Ade Sjafruddin, Ph.D. (DTU, Denmark), Prof.
  • Agung Wiyono H.S, Dr. (ITB, Indonesia)
  • Aine Kusumawati, Dr. (Nanyang Technological University, Singapura)
  • Amrinsyah Nasution, Ph.D. (University Minnesota, Amerika Serikat), Prof.
  • Bambang Sugeng S., Dr. (Ecole Centrale de Lyon, Perancis), Prof.
  • Djunaedi Kosasih, Ph.D. (University Birmingham, Inggris)
  • Eri Susanto Hariyadi, Dr. (ITB, Indonesia)
  • Harmein Rahman, Dr. (ITB, Indonesia)
  • Harun Al Rasyid, S.L, Ph.D. (University of Leeds, Inggris)
  • Idwan Santoso, Ph.D. (University Birmingham, Inggris)
  • Ofyar Z. Tamin, Dr. (University of London,Inggris), Prof.
  • Sony Sulaksono Wibowo, Dr. (Chulalangkorn University, Thailand)
  • Rudy Hermawan K., Ph.D. (University of Leeds, Inggris)
  • Russ Bona Frazila. Dr. (Hirosima University, Jepang)
  • Sri Hendarto, Dr. (Univeritas Padjadjaran, Indonesia)

H. Alamat Kontak
Labtek 1 Lt. 3 ITB
Telp. : +62 22 2534167
Fax. : +62 22 2534167
Email : office@trans.si.itb.ac.id