Penelitian Aspal Menghantarkan Vera Meraih Gelar Doktor Bidang Teknik Sipil dengan Yudisium Cum Laude

Atmy Verani Rouly Sihombing, atau biasa disapa Vera mahasiswa Program Studi Doktor Teknik Sipil Angkatan 2016 berhasil lulus dengan predikat Cum Laude. Bukan hal mudah baginya menyelesaikan penelitian diantara kesibukannya mengajar di Polban. Sebelum menempuh Program Doktor Teknik Sipil, Vera menyelesaikan dengan cemerlang Program Sarjana PTS di Bandung, dan Program Magister STJR ITB

Ketertarikannya terhadap material jalan, khususnya aspal sejak kuliah S1, S2 dan juga tuntutan profesi sebagai dosen Teknik Sipil di Bidang Material Jalan, membawanya terus melakukan penelitian untuk disertasi mengenai material perkerasan jalan ini. Ada sisi menarik dari material Aspal, dengan tuntutan karakteristik harus kuat menahan beban namun lentur memberi kenyamanan ini, membuat Vera tertarik mengkaji dan mengetahui mengenai aspal yang berasal dari limbah pepohonan yaitu Bioaspal Tempurung Kelapa, yang digunakan sebagai bahan peremaja untuk limbah perkerasan jalan yang sudah rusak sehingga dapat didaur ulang dan sebagai modifier untuk Asbuton butir untuk mengoptimalkan penggunaan aspal alam yang ada di Indonesia. Melalui penelitian ini, harapannya agar penelitian ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi limbah tempurung kelapa, mengurangi limbah perkerasan jalan yang telah rusak dan mengoptimalkan pemanfaatan aspal alam Indonesia sehingga kebutuhan aspal di Indonesia dapat terpenuhi dari produksi dalam negeri dan mengurangi impor aspal.

Sebagai material yang baru untuk diteliti selain harus mengerti ilmu teknik sipil, Vera juga harus mengerti mengenai ilmu kimia dan morfologi material (yang notabene ilmu tersebut bukan ilmu yang selama ini dia dalami) karena diperlukan untuk meneliti unsur-unsur Kimia di dalamnya. Demi totalitas penelitian seringkali Vera Sit in di kelas Teknik Kimia, berdiskusi dengan banyak pakar.

Berkecimpung di dunia yang mayoritas digeluti kaum adam, tak membuat Vera merasa diperlakukan berdasarkan gender. Baginya, meneliti mengenai material infrastruktur jalan adalah tantangan tersendiri, setiap hari harus berhadapan dengan alat dan material pertukangan, mulai dari agregat, aspal, campuran beraspal, gerobak pasir, karung, sekop, palu, timbangan, alat pemadat, alat pencampur yang panas dll. Pukulan terberatnya hanya saat kehilangan ayahanda. Namun Vera berhasil bangkit, menyusun keping-keping dan patah semangat. Usahanya tidak sia-sia, Vera berhasil melalui hambatan itu. Selama melakukan penelitian. Yang dirasakannya kurangnya hanya tenaga tiap kali harus mengangkut material yang cukup berat untuk ukuran seorang wanita, beruntung Vera memiliki sahabat yang juga study S3 sehingga bisa saling bahu membahu membantu satu sama lain, serta teman – teman teknisi laboratorium material jalan di ITB yang siap membantu.

Dalam pemahamannya, gender bukanlah alasan untuk tidak maju/sukses, setiap insan di dunia ini baik itu laki – laki ataupun perempuan punya kesempatan yang sama untuk meraih cita – citanya, selama mau berusaha, selalu berdoa, mampu beradaptasi serta pandai melihat dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada di hidup, pasti bisa.

Tuntutan menulis artikel ilmiah sebagai mahasiswa S3, sangat dinikmati Vera. Karena makalah Vera bisa berkunjung ke beberapa kota di Indonesia, misalnya Jakarta, Makassar, Bali. Dan impiannya yang tinggal selangkah menuju negeri tempat kelahiran palang merah, Switzerland menghadiri menghirup udara segar di benua Eropa, memegang salju dan berjalan-jalan, pupus sudah dengan COVID-19 yang menyerang dunia, seiring dengan semua penerbangan di cancel.

Tak mudah bagi Vera menulis jurnal bertaraf internasional khususnya Q1. Seringkali makalahnya di reject, atau mentoknya, makalahnya dapat dipublikasikan di jurnal nasional dan jurnal internasional Q3. Vera tak pantang menyerah, mempelajari cara penulisan jurnal internasional Q1 beserta tips dan tricknya terus dilakukannya. Berkat kerja keras dan ketekunan, makalah ilmiahnya diterima dan dipublikasikan di jurnal bertaraf internasional Q1, tepat sebelum Vera mengajukan Sidang Tertutup.

ITB memberikan dukungan luar biasa melalui fasilitas untuk penulisan jurnal yang sangat lengkap. Setiap mahasiswa diberikan akses eksklusif ke web – web publisher nasional maupun internasional, sehingga cukup mudah untuk mahasiswa mencari dan mendapatkan literatur yang terkait dengan sitasi pada saat penulisan jurnal, tuturnya bersemangat.

Tentunya dukungan dari tim promotor yang sangat membantu, dalam penulisan juga support dari banyak hal sehingga bisa menghasilkan karya ilmiah untuk jurnal nasional maupun internasional. Penyuka menabung, dan tidak sombong ini mengisi waktu luang dengan nonton film. Pemilik moto “Bersyukurlah untuk kesehatan dan kehidupan yang diberikan Tuhan, dengan cara Bahagia” ini tidak pernah menyangka akan lulus dengan lancar di tengah pandemi Covid-19.

Sidang tertutup online berhasil dilalui Vera dengan perasaan yang sangat gugup. Akses internet yang stabil membuat semua terasa mudah untuk dilalui. Kekagumannya pada beberapa pihak di tengah pandemi COVID-19 yang dimulai dari prodi, FTSL, dan SPS bersinergi membuatnya merasa tidak sedang berada dalam masa pandemi.

Ada satu hal yang menarik dari Vera, bahwa tantangan, rintangan, dan hambatan di sekitar kita adalah hal-hal kecil dibandingkan dengan kekuatan di dalam diri untuk sukses mencapai cita-cita. Jangan pernah kalah oleh keadaan, terus bangkit dan cari tempat untuk selalu berprestasi. yakin di tempat lain akan ada apresiasi melampaui ekspektasi.

Penulis : Ani Hamidah (http://www.sps.itb.ac.id/in/atmy/)

Berita Terkait